Logo

Desa Tabarano

Kabupaten Luwu Timur

Home

Profil Desa

Infografis

IDM

Berita

Belanja

PPID

DESA ANTI KORUPSI

Mahasiswa KKN Unhas Gelar Sosialisasi Inovasi Pemanfaatan Kulit Nanas di Desa Tabarano

Mahasiswa KKN Unhas Gelar Sosialisasi Inovasi Pemanfaatan Kulit Nanas di Desa Tabarano

Invalid Date

Ditulis oleh kknunhas

Dilihat 60 kali

Mahasiswa KKN Unhas Gelar Sosialisasi Inovasi Pemanfaatan Kulit Nanas di Desa Tabarano


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin dengan tema "Inovasi Desa" melaksanakan program kerja berupa sosialisasi inovasi pemanfaatan hasil dan limbah nanas di Desa Tabarano. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai potensi nanas sebagai komoditas unggulan desa yang dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, sehingga mampu mendukung pengelolaan limbah secara berkelanjutan serta membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Desa Tabarano merupakan salah satu desa dengan komoditas nanas yang cukup melimpah. Melihat potensi tersebut, Andi Naylah Batari Luwu Gani, mahasiswi Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Hasanuddin, memperkenalkan inovasi pengolahan kulit nanas menjadi Tepache yaitu minuman fermentasi tradisional yang berasal dari Meksiko. Tepache memiliki cita rasa manis, segar, dan sedikit asam khas hasil fermentasi, serta berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan karena mengandung mikroorganisme hasil fermentasi yang baik bagi tubuh. Pada kegiatan sosialisasi, peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai manfaat dan proses pembuatan tepache, tetapi juga menyaksikan demonstrasi langsung mulai dari persiapan bahan, proses pembuatan, hingga tahapan fermentasi. Untuk memperkuat pemahaman peserta, tim KKN turut membagikan leaflet yang berisi informasi mengenai tepache, manfaatnya, serta langkah-langkah pembuatannya. Di akhir kegiatan, peserta juga diberikan kesempatan untuk mencicipi (tester) minuman tepache yang telah dibuat sehingga mereka dapat mengenal secara langsung cita rasa khas minuman fermentasi berbahan dasar kulit nanas tersebut.

Selain itu, Elva Bonita Nathania Salempang dari Program Studi Ekonomi dan Bisnis memperkenalkan inovasi pemanfaatan kulit nanas sebagai bahan baku pembuatan lilin aromaterapi ramah lingkungan. Produk ini menjadi salah satu alternatif pemanfaatan limbah organik yang memiliki nilai ekonomis sekaligus menghasilkan aroma yang menenangkan. Melalui inovasi tersebut, masyarakat diperkenalkan pada konsep ekonomi sirkular, yaitu mengolah limbah menjadi produk yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai tambah. Pada sesi ini, peserta juga memperoleh leaflet sebagai media edukasi yang memuat informasi mengenai bahan, proses pembuatan, serta manfaat lilin aromaterapi dari kulit nanas.

Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan sosialisasi yang disampaikan oleh Faldi Fafrianto Padang dari Program Studi Peternakan mengenai pemanfaatan enzim bromelin yang terkandung pada buah nanas sebagai pelunak daging alami. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa enzim bromelin mampu memecah protein pada serat daging sehingga tekstur daging menjadi lebih empuk tanpa mengurangi kualitasnya. Pemanfaatan bromelin diharapkan dapat menjadi alternatif pelunak daging yang alami, aman, dan mudah diterapkan oleh masyarakat dalam pengolahan pangan sehari-hari.


Melalui pelaksanaan ketiga program kerja tersebut, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Tabarano semakin memahami potensi besar komoditas nanas yang dimiliki desa, tidak hanya pada buahnya tetapi juga pada limbah kulitnya yang dapat diolah menjadi berbagai produk inovatif. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya pemanfaatan limbah yang lebih optimal, ramah lingkungan, bernilai ekonomi, serta dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Tabarano.


    Bagikan:

    Berita Terbaru

    Berita Terbaru

    Logo

    Desa Tabarano

    Kecamatan Wasuponda

    Kabupaten Luwu Timur

    Provinsi Sulawesi Selatan

    © 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia